Welcome To My Blog Resky Setiawan

Senin, 16 Januari 2017

Candi Agung

KERAJAAN NAN SARUNAI, 242 SM-1362 M
Gua Batu Babi, tempat ditemukannya fosil manusia purba itu terletak tidak jauh dari pusat Kerajaan Nan Sarunai (Kerajaan Tanjung Puri) yang terletak di Kahuripan (namapurba kota Tanjung sekarang ini). Namun, manusia purba dimaksud bukanlah warga negara Kerajaan Nan Sarunai, karena Kerajaan Hindu ini sendiri baru berdiri pada 242-226 SM. Ihwal mengenai keberadaan Kerajaan Nan Sarunai ini banyak diceritakan dalam mitologi Maanyan. Konon, wilayah kekuasaannya terbentang luas mulai dari daerah Tabalong hingga ke daerah Pasir, dan Tanah Gerogot sekarang ini. Keberadaan mitologi Maanyan yang menceritakan tentang masa -masa keemasan Kerajaan Nan Sarunai, tak pelak lagi merupakan petunjuk pertama bahwa Kerajaan Nan Sarunai adalah kerajaan purba yang dulunya mempersatukan etnis Maanyan di daerah ini. Salah satu peninggalan arkeologis yang berasal dari zaman ini adalah Candi Agung yang terletak di pinggiran kota Amuntai sekarang ini. Pada tahun 1996, telah dilakukan pengujian C-14 terhadap sampel arang Candi Agung yang menghasilkan angka tahun dengan kisaran 242-226 SM (Kusmartono dan Widianto, 1998:19-20).


Hujung Panti
Sebuah tonggak kayu yang dinamakan "Hujung Panti", gunanya ialah tempat orang Maanyan kuno memandikan anak disungai untuk pertama kalinya yang disebut "Mubur Walenon'. Tonggak kayu itu dipakai hingga abad ke-14, terletak di sebelah barat laut kota Banjarmasin.

Belontang
Tempat ditemukan Belontang dan makam kuno dari kayu besi terletak di Liang Anggang. Belontang dalam adat orang Maanyan adalah sebagai simbolis arwah orang yang sudah meninggal diadakan pesta adat secara sempurna.

Candi Laras
Di daerah Margasari, terdapat candi Laras tempat pemujaan agama Hindu Syiwa, dari kerajaan Negara dipa abad ke-14 hingga abad ke-16. Di sini terdapat juga sebuah patung batu, berupa ujud kepala babi sebagai prasasti yang dibuat oleh orang Maanyan tahun 1363.

sumber :

http://wedybetang.blogspot.com/ 
http://id.wikipedia.org/wiki/Peninggalan_purbakala_Maanyan

    Maanyan adalah nama salah satu sub suku bangsa yang mendiami Pulau Kalimantan, yang sekarang bermukim di kawasan subur di antara sungai Barito dan Pegunungan Meratus, meliputi sebagian wilayah Utara Propinsi kalimantan Selatan dan daerah Timur Propinsi Kalimantan Tengah, tersebar di lebih dari 15 Kecamatan (walau ada pecahan dayak Maanyan yang mendiami wialyah Kalimantan timur di kabupaten Paser, perbatasan Kalselteng tim).  Pada umumnya orang Maanyan bertubuh sedang, berkulit putih sampai kecoklatan, rambut lurus berwarna hitam atau coklat kehitaman, dan beralis agak tebal. Sebagai suatu kelompok masyarakat, orang Maanyan memiliki beberapa ciri sosial budaya yang unik dan menarik.
     Pertama, orang Maanyan memiliki bahasa daerah yang sangat dekat ke bahasa Kawi (Jawa Kuno). Dan Dalam bahasa maanyan ini, walaupun mereka kini bermukim jauh dari lautan, terdapat banyak kosa-kata tentang laut dan berhubungan dengan laut. Tokoh-tokoh mereka bergelar datu (sama dengan datuk dalam bahasa Melayu, yang artinya:bapak dari kakek), patis (bahasa Melayu patih), dan miharaja (sama dengan: maharaja). Mereka menyimpan benda-benda pusaka yang berusia ratusan tahun, berupa piring keramik ukuran besar yang bergambar, guci keramik dengan relief naga, tabak (nampan berbentuk bunga) dari kuningan, gong dan gelangdari gangsa, tombak dan keris, dan pakaian kebesaran mirip pakaian Jawa. Sedangkan dalam ritus kematian, mereka memiliki kesamaan dengan adat Bali, yaitu melakukan upacara pembakaran tulang-tulang orang mati untuk mengantarkan roh mereka ke tempat paling akhir, yang dalam bahasa maanyan disebut: Ijambe. (Ijambe berasal dari awalan I berkonotasi ‘sibuk’ dan kata kerja jambe yang berarti ‘menangani’.
     Kedua, mereka mempunyai kebiasaan menuturkan ‘sejarah masa lalu dan adat-istiadat’ (bahasa Maanyan: taliwakas) mereka pada setiap upacara adat penting. Istiadat menceritakan kembali sejarah dan adat ini disebut orang Maanyan ngalakar, atau ngentang atau nutup entang, atau nutup tarung. Selain taliwakas, mereka juga mempunyai banyak cerita-cerita, berupa legenda, balada, dan lagu-lagu tentang kebesaran dan kemakmuran mereka di masa lalu, tentang tokoh-tokoh sejarah, disebuah ‘kerajaan’ (kecil) yang menurut mereka bernama Nansarunai.
Sekarang ini jumlah orang Maanyan yang masih mengaku Maanyan mungkin berkisar sekitar 250.000 juwa, tersebar di seluruh Indonesia, tetapi terutama di Kalimantan Tengah. Setelah Indonesia merdeka, dan orang Maanyan turut bergabung di dalamnya, wilayah permukiman orang Maanyan menjadi terbuka lebar kepada para pendatang, masyarakat non-Maanyan. Mereka pun berbaur dengan para pendatang itu sehingga perubahan-perubahan pada sifat-sifat dan tingkah laku mereka pun tidak terelakkan. Banyak yang sudah masuk Kristen atau Katolik maupun islam, dan ada yang pergi merantau dan kawin dengan orang non-Maanyan. Ternyata orang Maanyan cocok dan dapat bergaul dengan mudah dengan hampir semua macam corak budaya di Indonesia.
    Literature lain menyebutkan Suku Maanyan merupakan salah satu dari suku-suku Dusun (Kelompok Barito bagian Timur) sehingga disebut juga Dusun Maanyan. Suku-suku Dusun termasuk golongan sukubangsa Dayak rumpun Ot Danum sehingga disebut juga Dayak Maanyan. Suku Maanyan mendiami bagian timur Kalimantan Tengah terutama di kabupaten Barito Timur dan sebagian kabupaten Barito Selatan yang disebut Maanyan I. Suku Maanyan juga mendiami bagian utara Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Tabalong yang disebut Dayak Warukin. Dayak Balangan (Dusun Balangan) yang terdapat di Kabupaten Balangan dan Dayak Samihim yang terdapat di Kabupaten Kotabaru juga digolongkan ke dalam suku Maanyan. Suku Maanyan di Kalimantan Selatan dikelompokkan sebagai Maanyan II. Menurut orang Maanyan, sebelum menempati kawasan tempat tinggalnya yang sekarang, mereka berasal dari hilir.
    Menurut sastra lisan suku Maanyan, setelah mendapat serangan Marajampahit (Majapahit) kepada Kerajaan Nan Sarunai, suku ini terpencar-pencar menjadi beberapa subetnis. Suku terbagi menjadi 7 subetnis, diantaranya :
Maanyan Paju Epat (murni)
Maanyan Dayu
Maanyan Paju Sapuluh (ada pengaruh Banjar)
Maanyan Benua Lima/Paju Lima (ada pengaruh Banjar)
Maanyan Tanta (ada pengaruh Banjar)
dan lain-lain, Namun  dalam perkembangannya, suku dayak Maanyan berdasarkan adat istiadatnya hanya terbagi menjadi 3 yaitu maanyan paju epat, Maanyan kampung sepuluh, dan maanyan Benua Lima

Jika masyarakat Bali terkenal memiliki upacara Ngaben yang mahal dan Toraja terkenal dengan tradisi pemakamannya yang tak kalah mewah (Rambu Solo) maka Dayak Maanyan juga memilki ritual khusus dalam mengantar arwah kerabat yang sudah meninggal dunia. Dayak Maanyan adalah sub etnis yang mendiami Desa karang langit, kecamatan Dusun Timur di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Suku Dayak Maanyan mendiami wilayah yang membentang dari perbatasan Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut peraturan adat, masyarakat Dayak Maanyan dibagi menjadi tiga, yaitu: Banua Lima, Paju Ampat, dan Paju Sepuluh. Dayak Maanyan di Desa Karang Langit termasuk dalam kelompok Paju Sepuluh yang memiliki perbedaan tertentu (meskipun tidak signifikan) dengan dua kelompok lainnya.
Meskipun banyak suku Dayak Maanyan telah memeluk agama Islam dan Kristen atau tidak lagi menganut kepercayaan leluhur 'Kaharingan', serangkaian ritual kuno masih dilaksanakan dalam upacara pemakaman hingga hari ini. Suku Dayak Maanyan percaya bahwa setiap orang yang meninggal berarti kembali ke asal mereka, tanah kesempurnaan (atau serupa surga atau nirwana). Untuk mencapai kesempurnaan hidup setelah mati, serangkaian ritual khusus harus dilakukan oleh keturunan dan kerabat yang ditinggalkan. Rangkaian ritual ini adalah sebuah proses pembersihan jiwa orang yang sudah meninggal dari setiap kesalahan atau dosa yang mungkin akan menghalangi jalan mereka ke surga.
Berikut adalah tahapan dan berbagai macam upacara pemakaman Suku Dayak Maanyan.
1. Ijambe adalah prosesi pembakaran tulang jenazah. Prosesi ini memakan waktu sepuluh   hari dan ditandai dengan pemotongan sapi, babi, dan ayam. Karena biayanya yang tinggi, upacara biasanya dilakukan oleh sekeluarga besar atau beberapa generasi keturunan orang yang meninggal dunia.
    2. Ngadatun biasanya dilakukan untuk upacara pemakaman khusus bagi mereka yang meninggal dengan cara yang tidak wajar (tewas dalam pertempuran), tokoh terkenal atau tokoh masyarakat. Upacara memakan waktu 7 hari 7 malam.
     3. Miya merupakan upacara ritual membuatkan makam (membatur) dan menghias makam. Dalam ritual ini, sejumlah makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya secara simbolis dikirim ke roh yang sudah meninggal.
    4. Bontang adalah bentuk upacara yang menunjukkan penghormatan tertinggi keluarga terhadap yang sudah meninggal dunia. Upacara ini berlangsung selama 5 hari. Puluhan babi, ratusan ayam, dan juga sejumlah kerbau disembelih. Inti dari diadakannya upacara ini adalah untuk mengirim kekayaan dan kemakmuran kepada arwah yang sudah meninggal. Namun begitu, ritual ini bukanlah ritual bernuansa kesedihan tapi lebih mirip sebuah perayaan.
     5. Nuang Panuk adalah juga ritual membuatkan makam (membatur)—mirip dengan ritual Miya. Hanya saja ritual ini lebih singkat karena hanya memakan waktu satu hari.
     6. Siwah adalah kelanjutan dari upacara Miya yang dilakukan 40 hari setelah pelaksanaan Miya. Ritual ini dimaksudkan untuk memanggil kembali arwah kerabat yang sudah meninggal untuk kembali ke keluarga sebagai "Pangantu Pangantuhu" ataau pelindung keluarga.
Selama pelaksanaan ritual pemakaman tersebut, ada proses yang unik, kerbau yang dikorbankan harus terlebih dahulu ditombak sebelum akhirnya disembelih. Menombak kerbau ini diyakini sebagai bentuk ekspresi bahwa seseorang harus berusaha atau bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu.

 * Ini adalah sebagian dari persiapan untuk acara bontang atau menombak kerbau :


Kamis, 05 Maret 2015

Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemetaan Geologi Dasar

Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemetaan Geologi Dasar

Kamis, 05 maret 2014

DASAR - DASAR PERPETAAN DAN PEMETAAN GEOLOGI DASAR
Dasar – Dasar Perpetaan
Peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi.

                   Gambar peta topografi

                       Syarat – syarat peta dasar, yaitu:
1.     Peta harus conform, artinya bentuk daerah, pulau, benua yang digambar pada peta harus sama bentuknya dengan kenyataan di lapangan.
2.          Peta harus ekuivalen, artinya daerah yang digambar sama luasnya jika dilakukan dengan skala peta.
3.           Peta ekuidistan, artinya jarak – jarak yang digambar di peta harus tepat perbandingannya dengan jarak sesungguhnya di lapangan.
4.                 Peta harus rapi dan bersih.
5.                 Peta tidak boleh membingungkan.
6.                 Peta harus mudah dipahami.
7.                 Peta harus ada indeks, daftar isi, keterangan.

Fungsi peta, yaitu:
1.         Menyeleksi data
2.         Memperlihatkan ukuran
3.         Menunjukkan lokasi relatif
4.         Memperlihatkan bentuk

Unsur – unsur peta dasar, yaitu:

1.         Judul Peta, mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan,atau bawah. Walaupun demikian,sedapat mungkin,di letakkan di atas kanan.

2.         Legenda / keterangan, merupakan kunci untuk memahami peta. penjelasan dari simbul simbul yang tercantum dalam peta. Bagian ini adalah komponen yang sangat vital karena kita akan jadi buta dalam membaca peta jika tidak ada legendanya. 

3.         Tanda arah / Orientasi, umumnya arah utara,tetapi ada juga yang lengkap. Letaknya di tempat yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur,koordinat dapat sebagai petunjuk arah.

4.        Skala,  perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya dilapangan, ditulis di bawah judul peta,di luar garis tepi/ di bawah legenda.

Contoh – contoh skala:
·      Skala Angka (1:2.500.000), artinya setiap 1 cm dalam peta sama dengan 2.500.000 kali jarak dalam peta.
·      Skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horisontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm/lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta.
·      Skala Verbal. Skala yang ditulis dengan kata – kata.

5.      Inset, merupakan peta kecil yang disisipkan di peta utama

6.      Garis Koordinat, jaring-jaring dalam peta yang terdiri dari garis vertikal dan garis horisontal. Guna garis ini adalah untuk batas perhitungan koordinat. Koordinat peta dikenal ada dua jenis yaitu koordinat grid dan koordinat geografis. Koordinat geografis merupakan koordinat dari jarring-jaring bumi yang terdiri garis lintang untuk horizontal dan garis bujur untuk vertical. Penulisanya biasanya denga koordinat geografis, derajat, menit dan detik (Contoh : 94o 15’ 114,4”) biasanya disertakan “L” untuk Lintang dan “B” untuk Bujur. Koordinat grid adalah jaring jaring koordinat lokal yang dipakai untuk acuan pengkoordinatan dalam peta. Biasanya hanya disebutkan dengan angka saja dan dikenal dengan koordinat 8 angka atau 12 angka. Untuk peta Indonesia ada 2 acuan pokok dalam koordinat ini yaitu dengan dikenal dengan sistem UTM/UPS atau LCO masing masing dengan acuan 0o yang berbeda.

7.       Garis Ketinggian atau biasa disebut garis kontur, Adalah garis yang menyerupai sidik jari yang menunjukkan titik ketinggian yang sama dalam peta. Karena merupakan tanda dari ketinggian yang sama, maka garis ini tidak akan pernah saling memotong tapi bisa bersinggungan. Lokasi yang lebih rendah akan melingkari lokasi yang lebih tinggi, itulah ciri garis kontur. Atau bisa juga disebutkan garis sebelah dalam adalah lebih tinggi dari garis sebelah luar. Dalam peta interval atau jeda beda ketinggian antara garis kontur biasanya ditunjukan di dekat lokasi legenda. Untuk peta skala 1:25000 interval konturnya biasanya adalah 12,5 meter sedangkan peta skala 1:50000 biasanya interval konturnya adalah 25 meter. Terjemahannya adalah bila interval kontur 25 meter, maka jarak antara garis kontur yang satu dengan yang lainnya di w:st=”on” medan sebenarnya memiliki beda tinggi secara vertical 25 meter. Garis kontur dengan pola huruv “V” atau runcing biasanya menunjukan sebuah jurang/sungai, dan garis kontur dengan pola “U” atau berpola lengkung biasanya menunjukan sebuah punggungan dan “O” merupakan puncak atau Kawah.

8.      Sumber dan Tahun pembuatan peta, dari mana data dan tahun ketika peta dibuat.

9.      Warna, peta menggunakan warna yang menarik dan sesuai.

10.   Deklinasi, yaitu garis keterangan yang menunjukan beda Utara Peta dan Utara Magnetik (Utara Kompas). Deklinasi ini direvisi tiap 5 tahun sekali. Kenapa ada perbedaan antara Utara peta dan Utara sebenarnya dan Utara Magnetik. Seperti kita ketahui Utara Bumi kita ditunjukan oleh di Kutub Utara. Sedangkan sumbu utara magnet bumi sebenarnya ada di sebuah kepulauan di dekat dataran Green Land. Setiap tahun karena rotasi Sumbu bumi ini mengalami pergeseran rata-rata 0,02 detik bisa ke timur dan ke barat. Jadi utara sebenarnya bisa ditentukan dari mengkonversi antara utara magnetik dengan utara Peta. Biasanya akan dicantumkan di setiap lembar peta.

Pemetaan Geologi Dasar

Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah / wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya.
Peta geologi dapat dibedakan atas dua, yaitu:

1.           Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya.
2.     Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu.

Pemetaan geologi adalah pekerjaan atau kegiatan pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda.

Perlengkapan lapangan 

Ahli geologi memerlukan beberapa perlengkapan pendukung saat ke lapangan, antara lain:

1.        Palu (hammer) geologi dan Betel (chisel)
a.   Pick point, digunakan secara umum untuk memecah litologi beku dan metamorf. Bentuk ujung palunya runcing.
b.  Chisel point, digunakan untuk memecah litologi sedimen. Bentuk ujung palunya pipih
c.     Crack point, digunakan untuk memecah litologi yang tidak dapat dihancurkan oleh kedua jenis palu di atas. Menyerupai palu godam
d.    Betel, digunakan sebagai alat bantu apabila litologi yang dipecah tidak hancur, hanya memberikan efek retakan. Dengan betel, retakan tadi kemudian dengan menggunakan palu dan betel lalu dipisahkan dari batuan sumbernya.

       Gambar jenis palu geologi

2.       Kompas dan Klinometer
Jenis – jenis kompas yang digunkan dalam pemetaan geologi antara lain:
a.       Kompas Finnish Suunto sejenis dengan kompas Swedish Silva Ranger 15 TDCL, dapat digunakan untuk mengukur kedudukan batuan (strike dan dip), tidak dapat digunakan untuk penetuan sudutbearing.
b.      Kompas American Brunton, dapat digunakan untuk mengukur kedudukan batuan (strikedan dip), penentuan sudut lereng, tidak dapat digunakan untuk penetuan sudutbearing.
c.       Kompas Swiss Meridian,
d.      Kompas French Chaix – Universelle.

        Gambar kompas geologi

                                         Jenis kompas lain, yaitu:
a. Kompas Japanese Lensatic, dengan garis tepi yang baik digunakan untuk mengukur strike(beberapa jenis kompas ini memiliki klinometer) dan cara pembacaannya seperti kompas – kompas jenis prismatik.
b.      Kompas British Army Prismatic, sangat akurat, sempurna dalam pengambilan sudut bearing, namun harganya sedikit mahal dan tidak memiliki sisi samping.
c.       Kompas Swiss Meridian Bearing.
d.      Kompas Swedish Silva prismatic No. 54.
e.  Japanese Universal Clinometer made by Nihon Chikagasko Shaco, Kyoto


       Gambar kompas pengukur arah

       Pembagian derajat kompas

Pembagian derajat kompas secara umum terbagi manjadi dua, yaitu
1.       Pembagian derajat kompas 360 (derajat) dan
2.       Pembagian derajat kompas 400 (grads)

Sebelum kompas digunakan sebaiknya dilakukan koreksi derajat kompas dengan memperhatikan tabel di bawah ini
Klinometer digunakan sebagai alat kalibrasi kompas. Dengan klinometer kemiringan batuan dapat ditentukan.
Bagain – bagian klinometer, yaitu:
a.       Rabone adjustable spirit level.
b.      Home-made clinometer.
c.       Burgess ‘level and angle indicator’.
d.      Abney hand-level,  dapat juga digunakan sebgai klinometer.
e.      Abney hand-level dengan 50 disetiap sayapnya, baik digunakan dalm pengukuran liniasi.

      Gambar bagian - bagian klinometer
Liniasi kompas bermanfaat dalam pengukurantrend dan plunge.
3.       Lensa Tangan
Lensa digunakan di lapangan sebagai alat bantu yang mempermudah seorang ahli geologi dalam melakukan determinasi lapangan terhadap conto litologi atau tanah yang dijumpai di lapangan.



               Gambar lensa perbesaran

4.       Peta Lokasi Penelitian

Peta lokasi penelitian sangat penting untuk dibawa ke lapangan. Peta lokasi penelitian berguna sebagai alat untuk merekam data selama pengambilan data lapangan berlangsung. Jauhkan banda ini dari bahaya air dan segala sesuatu yang dapat membuat media perekam data ini rusak atau hilang.
5.       Notebook Lapangan
Notebook lapangan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat – alat lapangan seperti peta lokasi penelitian, alat tulis – menulis dan sebagainya.
                              Gambar notebook
6.       Pakaian Lapangan
Untuk pemetaan  geologi pakaian lapangan yang digunakan bisanya pakaian yang pada dasarnya menutupi hampir seluruh bagian tubuh. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya – bahaya selama berada di lapangan, seperti sengatan serangga, gigitan hewan dan menghindari tumbuhan – tumbuhan berduri.
            Gambar busana lapangan
PETA – PETA GEOLOGI
Jenis – jenis peta geologi, yaitu:
a.       Peta pendahuluan, merupakan peta yang dibuat dengan sekala 1 : 250000 atau lebih kecil. Peta ini dibuat dengan hanya mencantumkan unsur – unsur geologi yang secara umum dijumpai di lapangan.
b.  Peta geologi regional, merupakan peta yang dibuat dengan sekala yang lebih detail lagi, yaitu 1 : 100000. Peta ini dibuat sebagai acuan atau parameter awal dalam melakukan pemetaan yang lebih detail. Peta geologi regional mencantumkan unsur – unsur geologi, penyebaran batuan dan struktur geologi yang terpetakan secara umum.
c.       Peta geologi detail, merupaka peta geologi yang dibuat dengan sekala yang lebih kecil lagi, yaitu: 1 : 10000. Peta geologi ini merekam data geologi yang lebih detail lagi. Dalam dunia eksplorasi tambang peta geologi detail digunakan sebagai acuan akhir dalam melakukan eksploitasi sumberdaya alam.
d.  Peta spesialis, peta ini digunakan dalam dunia pertambangan dalam merancang tambang open pit menggunakan sekala 1 : 1000 sampai sekala 1 : 2500, perancanaan tambang geologi dengan sekala 1 : 500 atau yan lebih besar.
PENENTUAN POSISI DI PETA
Penentuan posisi di peta dapat dilakukan dengan cara:
1.       Pacing
Penentuan posisi di peta dengan menggunakan metode ini sebenarnya tidak beitu direkomendasikan. Metode ini dilakukan dengan cara memperkirakan langkah kaki kita saat melintas di lapangan.
 
      Tabel paces
2.     Offset
Metode penentuan kedudukan batuan dalam peta, kemudian dilakukan pengukuran sudutbearing terhadap dua objek yang di kenali di lapangan misalnya rumah dan pohon setelah melakukan ploting di peta kemudian tarik garis lurus yang menghubungakan pohon dan rumah.
3.     Resection
Metode penentuan posisi di peta dengan menggunakan dua parameter yang dikenali, baik itu titik ketinggian, pemukiman dan sebagainya. Lakukan pengukuran arah pada dua parameter yang dikenali, kemudian arah kebalikan sudut pengukuran di ploting di peta. Perpanjang arah garis, garis perpotongan menjadi interpretasi posisi kita di lapangan.
 
       Gambar metode resection
4.     Intersection
Metode ini merupakan metode pengujian, dimana kita akan menguji kebenaan, misalnya suatu titik ketinggian yang dijumpai di lapangan. Lakukan pengambilan arah pada titik ketinggian yang akan diinterpretasi, kemudian dari lokasi berdiri semula berjalanlah beberapa meter, 250 m (1 cm pada peta bersekala 1 : 25000), kemudian lakukan lagi pengambilan arah terhadap titik ketinggian yang sama untuk membuktikan bahwa titikketinggian itu benar – benar ada pada peta.

            Gambar metodeintersection
5.     Satu titik
Metode ini dilakukan dengan menggunakan salahsatu dari dua parameter ini, sungai dan jalan; terhadap satu parameter lain yang dikenali, misalnya titik ketinggian. Posisi anda saat melakukan pengambilan arah harus berada di sekitar salahsatu dari dua parameter tersebut di atas. Lakukan pengambilan arah terhadap titik ketinggian, kemudian perpanjang garis dari titik ketinggian terhadap salahsatu dari dua parameter di atas. Perpotongan perpanjangan garis dengan jalan atau sungai menjadi posisi anda di peta.
6.     Menggunakan GPS
PENGAMBILAN DATA GEOLOGI
Data – data geologi yang diambil, antara lain:
1.       Data litologi,
2.       Data geomorfologi,
3.       Data struktur geologi,
4.       Data stratigrafi, dan
5.       Pembuatan sejarah geologi.

Sabtu, 14 Juni 2014

Hukum takam dayak Maanyan, Kalimantan Tengah

Hukum Adat Dayak Maanyan Yang Mengatur Perkawinan


Perkawinan yang diatur menurut hukum adat ditata secara bijaksana sebagai jaminan bagi masyarakat untuk menghindari semua jenis pelanggaran hukum adat. Berkaitan dengan perkawinan,  para remaja Dayak Manyaan umumnya memilih sendiri pasangan hidup mereka. Setelah saling jatuh cinta dan yakin bahwa pilihannya tidak keliru jalan yag ditempuh menuju jenjang perkawinan dapat berupa:
  1. Ijari
    Pasangan calon pengantin mengunjungi tokoh masyarakat / pengurus agama lalu menyerahkan pernyataan tertulis disertai barang bukti yang menguatkan pernyataan. Biasanya disusul dengan musyawarah antar ahli waris kedua belah pihak untuk perencanaan kapan dan bagaimana perkawinan anak-anak mereka dilaksanakan. Pertemuan tersebut menghasilkan surat pertunangan yang kelak akan digunakan sebagai bukti resmi saat perkawinan dilaksanakan.
  2. Peminangan
    Acara peminangan biasanya didahului oleh kesepakatan kecil antara ahli waris kedua remaja saling jatuh cinta. Dalam acara peminangan dibuat surat pertunangan yang mencantumkan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak termasuk mencatat pula semua barang bukti peminangan dan tata cara / hukum adat perkawinan.
Macam-macam Tata Cara Perkawinan Adat
  1. Singkup Paurung Hang Dapur
    Tata cara ini merupakan tata cara yang paling sederhana dalam hukum perkawinan Dayak Manyaan. Perkawinan resmi ini hanya dihadiri oleh beberapa orang mantir (Tokoh Adat) dan Ahli Waris kedua pengantin.
    Dalam tata cara ini ada hukum adat yang mengatur berupa:
    Keagungan Mantir
    Kabanaran
    Pamania Pamakaian
    Tutup Huban (kalau ada)
    Kalakar, Taliwakas
    Turus Tajak
    Pilah Saki tetap dilaksanakan.
  2. Adu Bakal
    Upacara Adu Bakal dianggap perlu agar kedua pengantin dapat hidup sah bersama untuk mempersiapkan perkawinan lanjutan. Adu Bakal berlaku 100 hari, apabila perkawinan lanjutan tertunda melebihi masa 100 hari perkawinan adu bakal, maka pengantin akan dikenakan denda saat perkawinan lanjutan dilaksanakan berupa “Hukum Sapuhirang”.
  3. Adu Jari (adu biasa)
    Pada perkawinan resmi ini, pengantin diapit oleh rekan masing-masing mempelai. Perempuan mendampingi pengantin perempuan dan laki-laki mendampingi pengantin laki-laki. Setelah upacara perkawinan ada ketentuan yang disebut “pangasianan” asal kata “Kasianan” yang artinya mertua. Acara “Pangasianan” adalah bertujuan untuk meningkatkan penyesuaian antara mertua dengan menantu dan lingkungan yang baru. Dalam perkawinan ini ada hukum “lanyung ume petan gantung”
  4. Adu hante
    Pada tata cara ini perkawinan diadakan secara meriah (baik keluarga mampu maupun kurang mampu) dengan acara wurung jue dan igunung pirak. Tata cara perkawinan ini disertai upacara belian 2 malam untuk memberi restu, mendoakan agar menjadi pasangan yang berhasil. Kedua pengantin biasanya disanding di atas gong yang dilapisi 9 susun kain dan diapit 9 orang pemuda/i

Jumat, 13 Juni 2014

Kalayar

Kalayar



Kalimantan Tengah
Kalayar haut layu kai 
Anak wuwut tudi hangwa wungan
 I non habar takam masa yati 
Siurah riwut kami ngirim lengan
 
Kalayar haut layu kai
 Aron sia angan man taka 
I non habar takam masa yati
 Indonesia haut merdeka

Tumpi Wayu


Tumpi Wayu

Tumpi wayu lapat wayu
Palit ira tangkuraran

Tumpi wayu lapat wayu
Palit ira tangkuraran

Tulak hanyu muneng aku
Kala wundrung balu bayan

Tumpi wayu tuku hiring
Lelek pangut lawung lanyung

Tumpi wayu tuku hiring
Lelek pangut lawung lanyung

Tulak hanyu muneng aku
Kala wundrung balu bayan





Tumpi wayu berasal dari salah satu subsuku dayak, untuk cerita lebih jelasnya mengenai suku dayak silahkan klik link disini


* kalau ada salah kata atau salah ketik mohon koreksinya - terima kasih

[ Lirik Lagu Tumpi Wayu - Lagu Daerah Kalimantan Tengah, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2012/09/tumpi-wayu.html ]